Dalam rangka menyambut Hari Gizi Nasional pada 28 Februari 2021, maka kali ini kami akan membahas bagaimana cara memenuhi gizi dan nutrisi pada anak usia dini.
Anak yang sudah berusia di antara 2–6 tahun artinya sudah mendekati masa sekolah. Karenanya, asupan makanan yang diberikan pada anak dengan rentang usia tersebut tidak lagi hanya untuk menjaga tubuh tetap sehat, namun juga makanan yang bisa membantu perkembangan otak dan kemampuan belajar anak. Manfaat gizi seimbang bagi anak usia dini yaitu tubuh menjadi lebih sehat. Fisik menjadi lebih aktif dan kuat, dan semangat dalam beraktivitas. Gizi-gizi penting yang dibutuhkan anak pada rentang waktu tersebut adalah :
1. Kebutuhan Karbohidrat
Karbohidrat ada yang mudah dicerna dan diserap tubuh dikenal dengan nama karbohidrat sederhana, misalnya gula, sirup, minuman bersoda. Sementara Karbohidrat yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna antara lain buah-buahan, sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian. Karbohidrat ini dikenal dengan nama karbohidrat kompleks.
2. Kebutuhan Lemak
Lemak berguna sebagai salah satu zat pembentuk energi tubuh. Lemak dapat berasal dari minyak goreng, daging, margarin, dan sebagainya.
3. Kebutuhan Protein
Protein selain digunakan untuk proses pertumbuhan anak, juga sebagai cadangan energi jika asupan energi terbatas atau kurang. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan atau berbagai olahannya. Misalnya, daging merah, Ikan, telur, susu, keju. Baca juga: Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh bagi Anak Usia Dini Protein nabati adalah protein yang berasal dari tanaman atau berbagai olahannya. Misalnya, tahu, tempe, kacang kedelai.
4. Kebutuhan Vitamin dan Mineral
Anak usia dini membutuhkan vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup karena sangat berhubungan dengan proses pertumbuhannya. Vitamin dapat mengatur metabolisme tubuh. Kekurangan vitamin dapat membuat tubuh kurang bertenaga dan mudah terserang penyakit. 5. Mineral Mineral adalah zat anorganik yang walaupun dalam jumlah sedikit, namun sangat penting manfaatnya dalam berbagai proses metabolisme di dalam tubuh. Akibat kekurangan mineral antara lain bisa membuat anak usia dini sering pusing dan mudah lelah.
Masalah klasik para orangtua biasanya adalah kesulitan memberi makanan sehat kepada anak karena terjadi penolakan, karena pada dasarnya, anak usia 1-5 tahun memiliki kecenderungan picky eaters. Sebagai solusinya, orangtua bisa menyiasatinya dengan membuat menu makanan unik, lezat dan bervariasi agar anak tidak merasa bosan dan gizinya bisa tetap terpenuhi. Nah, berikut ini merupakan cara mudah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi anak supaya seimbang
1. Ajak si kecil makan bersama orangtua,dengan begitu anak akan merasa dilibatkan
Tanpa kita sadari anak mengikuti apa pun yang kita lakukan sebagai orangtua. Sekecil dan mendasar apa pun anak akan dengan mudah mencontohnya. Ketika menjalani aktivitas makan, biasakan mengikutsertakan anak, hindari kebiasaan anak makan duluan, baru setelah itu kamu. Lakukan kebiasaan ini sejak dini agar anak terbiasa dengan pola makan yang kamu ajarkan. Tetaplah tenang ketika anak menolak menghabisi makanan yang kamu berikan, berikan penjelasan secara perlahan. Kalau sudah begitu, suasana makan akan terasa nyaman dan menyenangkan.
2. Mengolah bahan makanan sesuai dengan tahapan usia anak
pexels.com/rawpixel
Kita juga harus bijak dalam menyajikan sebuah makanan. Bila anak masih kecil yakni usia 1-5 tahun, berikanlah makanan dengan potongan lebih kecil dan tekstur yang tidak terlalu keras. Namun bila usia sudah menginjak 5 tahun ke atas, berikan makanan yang tidak membosankan dari segi rasa maupun menunya. Karena anak mudah sekali bosan, hal inilah yang terkadang menjadi penghambat pemenuhan nutrisi dan gizi pada anak.
3. Berikan makanan selingan seperti camilan
Tak hanya makanan berat, makanan ringan seperti buah, snack, yogurt, susu, sereal, roti, dan lainnya juga mampu menyeimbangkan nutrisi dan gizi anak, lho. Terlebih lagi bagi anak yang susah sekali mengkonsumsi karbohidrat, memberikan makanan selingan seperti ini sangat direkomendasikan. Jangan lupa perhatikan jarak menikmati kudapan dengan waktu makan utama.
4. Penuhi kebutuhan asupan makronutrien
Orang Tua haruslah berperan terhadap pemilihan asupan dan pola makan sehari-hari anak. Kebutuhan nutrisi dan gizi anak yakni menyempurnakan asupan makronutrien, seperti misalnya lemak, protein, dan karbohidrat. Karena masing-masing zat tersebut memiliki peranan yang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak. Lemak sebagai penyedia asam lemak esensial serta proteksi organ dalam dan protein yang bermanfaat bagi imunitas tubuh serta kontraksi otot rangka.
5. Makanan dimasak dengan matang sempurna
Untuk melindungi kandungan vitamin yang ada pada makanan seperti sayuran, daging ataupun ikan, kamu harus memperhatikan cara pengolahannya. Misalnya, masak dengan api kecil atau sedang agar bahan makanan tetap matang dan tetap terjaga kualitas nutrisinya.
Nah, itulah cara mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi pada anak usia dini. Sebagai pelengkap, orang tua dapat memberikan air mineral, jus buah, dan susu. Tetap semangat ya, mom!
